Rabu, 11 Mei 2016

Kearifan Lokal Dalam Melestarikan Adat Istiadat Serta Budaya di Kab. Lombok Utara




Kabupaten termuda di  Provinsi Nusa Tenggara Barat yaitu Kabupaten Lombok Utara (Gumi Tioq Tata Tunaq) memiliki luas 809,53 Km², dengan  secara geografis berada di kaki utara gunung rinjani (3.726 meter) yaitu gunung tertinggi ke 6 di Indonesia setelah gunung Puncak Jaya, Puncak Mandala, Puncak Trikora, Ngga Pilimsit, Gunung Kerinci dan Gunung Rinjani.
Daerah yang  memiliki sejumlah objek wisata yang cukup terkenal di mancanegara, seperti Gili Terawangan, Air Terjun Sendang Gile Bayan, serta keindahan Danau Segare Anak yang ada di puncak Rinjani dan sebagainya. Kabupaten Lombok Utara dengan luas wilayah daratan yakni seluas 809,53 Km², dan secara administrastif terbagi dalam 5 (lima) kecamatan, 33 Desa dan 322 Dusun.
Untuk pertanian sendiri menjadi penopang perekonomian masyarakat Kabupaten Lombok Utara karena sebagian besar penduduk bekerja di sector pertanian. Dengan luas dn tanah yang subur merupakan modal utama masyarakat sekitar khususnya pada pertanian tanaman pangan dan perkebunan selain sektor peternakan, perikanan dan kehutanan.
 Salah satunya Kecamatan Bayan merupakan luas wilayah terbesar dengan luas wilayah 329,10 Km² dan terkecil adalah Kecamatan Pemenang dengan luas wilayah 81,09 Km². Dari  Kecamatan Bayan terdapat  9 desa.Salah satunya desa karang bajo merupakan salah satu kampung tradisional yang terketak di Kecamatan Bayan Kabupaten Lombok Utara, yang masih menjalankan dan menjaga adat istiadat kehidupan asli Suku Sasak-Bayan. Dengan pola permukiman mengelompok dan terbentuk oleh kondisi alam yang berbukit-bukit dan berdasarkan sistem kekerabatan yang kuat dalam kehidupan masyarakatnya pada sistem pertanian (kearfpan lokal).
Melakukan panen padi bulu jenis lokal pada sawah (bangket/bahasa daerah sasak) masih melalui ritual adat budaya desa.Sebuah Tradisi masyarakat dalam melesatrikan dan mempertahankan adat dan  budaya  dalam pengelolaan sawah yang di tanami dengan Padi Bulu. Mekanisme yang dilakukan mulai dari sawah/bangket dari sejak mau turun bibit/benih dilakukan ritual syukuran yang disebut dengan roah selamet olor di mata air, kemudian setelah tanam padi berbunga dilakukan ritual menyemprek,selanjutnya padi yang akan panen dilakukan ritual roah bauan pare. Untuk panen sendiri padi bulu tersebut di ikat dan sebelum di masukkan ke dalam geleng atau Lumbung dilakukan ritual roah borangan pare dan setelah padi tersimpan dalam geleng dilakukan roah selamet .
Acara syukuran/roah bauan pare ini hanya dilakukan oleh dua orang yaitu Tokoh agama setempat sering disebut mak kiyai bersama pembekel atau tokoh masyarakat adat. Proses acara roah bauan pare ini dilakukan disawah langsung dilokasi padi sebelum dipanen. Untuk  sajian berupamakanan berupa dulang yang isinya satu piring nasi, dua piring sayur, satu piring serbuk ayam dan garam secukupnya.Di tempat itu biasa disediakan pengikat atau tali yang terbuat dari bambu /tereng yang disebut remet intian, pengikat panjang sisebut remet awinan, setelah kering dijemur pengikatnya disebut remet belahan dan pengikat terakhir namanya remet tekelan.
 Komoditi padi bulu untuk masyarakat kecamatan bayan (pare) di ikat tidak dimasukkan dalam karung sedangkan  untuk komoditi padi jenis IR, Padi serang, Pelita mas, Sito gendit yang pohonnya pendek disebutnya (gabah). Dalam  pengolahan tanah sampai proses panen dan simpan padi bulu/pare atau padi gabah dilakukan secara alami,. Mulai dari membajak menggunakan ternak sapi dan tidak di ijinkan masuk menggunakan traktor dan mesin prompes, pengangkutan padi keluar dari bangket bayan juga masi dilakukan dengan cara alami tidak memakai sepeda motor atau mobil.
Sedangkan untuk petugasdalam mengurus air sawah disebut pekasih atau inan aik, padi sebelum dibawa pulang dari sawah terlebih dahulu menyerahkan saweneh kepada pekasih, dan padi sebelum di oleh menjadi beras dan akan dimasak terlebih dahulu juga memberikan Pelemer atau gunja istilah sekarang dinamakan zakat kepada pengurus adat yang ada didalam kampu atau kepada tokoh agama (kiyai penghulu maupun kiyai lebe).  Untuk kebutuhan sehari hari Padi bulu yang ada didalam lumbung atau geleng di turunkan kedalam tempat yang dinamakan monjeng.
Masyaraka adat pada dasarnya harus menyimpan padi bulu walaupun hanya sedikit sebab padi bulu akan dibawa pada acara ritual keagamaan ke dalam kampung, seperti acara syukuran/roah ulan, roah sampet jumat, roah malaman, roah lebaran idul fitri, roah lebaran topat, roah lebaran haji, roah bubur petak, roah bubur abang, roah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan acara lain seperti roah selamet turun ton turun balit atau setiap ada peristiwa kematian padi bulu juga harus ada.
Semoga dengan menjaga tradisi adat istiadat dan melestarikan budaya masyarakat setempat mampu menjadikan sebagai ciri khas suatu daerah dan bentuk kesyukuran manusia kepada sang pencipta alam semesta.

Sumber :
Sosial Media Facebook Desa Karang Bajo

Jumat, 15 April 2016

SMKPP Negeri Bima Berbagai Prestasi Yang Telah Diraihnya



Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 10 Tahun 2011 SMKPP Negeri Bima
menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sektretariat Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Prov. NTB yang mempunyai tugas dibidang pendidikan dan pelatihan pertanian dengan fungsi menyelenggarakan pendidikan tingkat menengah kejuruan bagi lulusan SLTP sederajat, menyiapkan tenaga-tenaga muda yang siap dan mandiri dibidang pertanian dan peternakan.
     Kunjungan dalam rangka silaturahmi bersama guru dan pegawai SMKPP Negeri Bima, dibawah UPTD Kepala Bakorluh Prov. NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM menyampaikan bahwa dengan menjadi guru pendidik untuk generasi bangsa yaitu pahlawan tanpa jasa merupakan tugas yang sangat mulia. Karena dengan ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta amal yang baik tersebut akan selalu menjadi kenangan tersendiri bagi muridnya seperti kita pada saat masa-masa sekolah dulu(09/04/2016).
     Selain itu, dihadapan guru dan pegawai 66 orang di SMKPP Negeri Bima, menjadi seorang pendidik tersebut harus mempunyai ilmu pengetahuan, ketrampilan serta mental yang kuat dalam memberikan motivasi kepada siswa-siswinya. Sehingga akan menghasilkan generasi muda yang handal dan kreatif serta mandiri yang didukung juga oleh fasilitas sarana dan prasarana memadai. Sesuai dengan visi sekolah menghasilkan lulusan yang trampil, kreatif, mandiri, berjiwa wirausaha, beriman dan berdaya saing ungkapnya didampingi Kepala Sekolah SMKPP Negeri Bima Drs. Husnul Yakin.
     Saat ini sebanyak 287 siswa di sekolah mempunyai berbagai prestasi-prestasi yang telah diraih menjadi juara di Tingkat Kabupaten/Kota Bima khususnya dalam bentuk olah raga . Sehingga perlu diimbangi dengan prestasi dibidang pendidikan/keahlian. Karena tantangan kedepannya guru sebagai pendidik tersebut perlu dilakukan peningkatan kapasistas sumber daya manusianya tegasnya.
     SMKPP  Negeri Bima mempunyai berbagai program keahlian yaitu program agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, program agribisnis ternak ruminansia, program perawatan kesehatan hewan. Sedangkan kegiatan ekstra kurikuller dan pengembangan karakter siswa terdapat sepak bola dan futsal, pramuka saka taruna bumi, teater negeriku, volley ball, kerohanian dan iqra klub, marawis dan tari serta marching band. Semoga dengan target 320 siswa pada tahun 2016 dapat tercapai dan memberikan perubah pola pikir kearah teknisnya. Sehingga lulusan SMKPP Negeri Bima dapat bersaing dan menciptakan generasi muda yang siap dan terampil khusus pada bidangnya sesuai moto IKHLAS (Inovasi, Kompetitif, Harmonis, Leader Aktif dan Sukses).

Minggu, 03 April 2016

SKMPP Mataram Siap Menghadapi Ujian Nasional Berbasis Kompoter Tahun 2016


     Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) disebut juga Computer Based Test (CBT) adalah sistem pelaksanaan ujian nasional dengan menggunakan komputer sebagai media ujiannya. Dalam pelaksanaannya, UNBK berbeda dengan sistem ujian nasional berbasis kertas atau Paper Based Test (PBT) yang selama ini sudah berjalan.

     Kepala Bakorluh Prov. NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM melakukan pengecekan kesiapan menghadapi ujian nasional berbasis computer di SMKPP Mataram akan sarana-prasarana pendukung lainnya. Dimana sekitar 111 peserta siswa yang akan mengikuti ujian pada  4 s/d 7 April 2016 sebelumnya tadi pagi telah diberikan pemahaman secara mental dan jasmani dalam melakukan do’a bersama guru dan siswa beberapa hari yang lalu (29/03/2016).

     Dari 12 SMK yang ada di Kota Mataram yang ada, sekitar 5 SMK yang menjadi penyelenggara ujian nasional berbasis computer yaitu salah satunya SMKPP Mataram. Sehingga sekolah ini menjadikan contoh sekolah kejuruan yang diperhitungkan. Dengan 111 peserta ujian tersebut akan dibagi menjadi 3 tahapan mulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 dikarenakan persediaan computer hanya 40 unit dan 2 server yang tersedia ungkapnya.
    Selain itu, didampingi Kepala Sekolah SMKPP Mataram Drs. H. Lalu Basri, M.Pd menjelaskan penyelenggaraan ujian saat ini menggunakan sistem semi-online yaitu soal dikirim dari server pusat secara online melalui jaringan (sinkronisasi) ke server lokal (sekolah), kemudian ujian siswa dilayani oleh server lokal (sekolah) secara offline. Selanjutnya hasil ujian dikirim kembali dari server lokal (sekolah) ke server pusat secara online (upload).
    Untuk sarana fasilitas lainnya yang dibutuhkan dalam ruang ujian, ungkapnya berupa AC karena kenyamanan peserta ujian dalam menjawab soal menjadi factor akan situasi kondisi mendatang saat ujian mendatang.

Pertemuan Penyuluh Kehutanan di Poktan Hutan Meleko Bangkit Jenggala Kab. Lombok Utara



Sistem penyuluhan merupakan suatu sistem penyampaian inovasi dari sumber teknologi kepada pengguna pelaku utama dan pelaku usaha dengan menggunakan berbagai pendekatan dan metode yang ada  sesuai kondisi situasi dan sistem social ekonomi, agar inovasi dapat dimanfaatkan oleh pengguna untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan.
Sekitar 15 penyuluh kehutanan yang berada di Kab. Lombok Utara melakukan pertemuan pembinaan penyuluhan bersama Kepala Bakorluh Prov. NTB, Kepala Bidang Kehutanan Bakorluh Prov. NTB, Penyuluh Prov., Kepala BKP4K KLU di saung kelompok tani hutan Maleko Bangkit Desa Jenggala Kecamatan Tanjung Kab. Lombok Utara (31/03/2016).
Kepala Bakorluh Prov. NTB Ir. Husnanidiaty Nurdin, MM menyampaikan bahwa penyuluh kehutanan berfungsi untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam memotivasi dan mendorong serta membimbing masyarakat kemandirian menuju kehidupan yang lebih sejahtera dalam menjaga keseimbangan lingkungan pada alam.
Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 dimana bahwa peran penyuluh kehutanan sebagai pendukung pembanguan kehutanan melalui peningkatan pengetahuan, keterampilan dan perubahan sikap dan perilaku masyarakat agar tahu, mau, dan mampu melaksanakan berbagai program pembangunan kehutanan. Sesuai dengan visi Bakorluh terwujudnya sistem penyuluhan yang inovatif dan partisipatif ungkapnya.
Selain itu, diungkapan juga keberadaan penyuluh kehutanan pada suatu desa, sangatlah penting dalam mengembangan dan memajukan desa tersebut seperti pemanfaatan hasil hutan bukan kayu (HHBK) untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat sekitar pingiran hutan.
Sedangkan Kepala Bidang Kehutanan Bakorluh Prov. NTB Suhardi, SP.,M.Si sesuai dengan kesepakatan sembalum pada tanggal 16 April 2014 bersama Kepala Bapeluh Kabupaten/Kota se NTB bahwa indikator kinerja penyuluh kehutanan untuk melakukan peningkatan kelas kemampuan kelompoktani dari pemula ke madya setiap tahunnya. Selain itu juga penyuluh kehutanan untuk memfasilitasi menjalin kemitraan usaha dan akses terhadap sumber permodalan pada kelompok tani hutan.
Terkait dengan hal tersebut maka penyuluh kehutanan untuk melakukan pendataan database registrasi kelompok tani hutan secara lengkap sesuai Keputusan Menteri Kehutanan No. P.57/Menhut-II/2014 tentang Pedoman Pembinaan Kelompok Tani Hutan. Sehingga akan menghasilkan upaya percepatan dalam mewujudkan kelembagaan masyarakat kelompok tani hutan yang kuat.
Untuk mewujudkan peran serta masyarakat dalam pembangunan hutan, perlu strategis penyuluhan yang efektif menjangkau sasaran penyuluhan terutama masyarakat ditingkat tapak yang secara umumnya memiliki kelembagaan yang lemah. Oleh karena itu, pembentukan, penguatan dan pengembangan kelompok tani huta merupakan salah satu langkah strategis dalam upaya pencapaian kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.