Senin, 17 Oktober 2016

Persiapan Pekan Daerah NTB Semakin Dimantapkan



Kegiatan Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Ke XV Tahun 2016 Tingkat Provinsi NTB yaitu Pekan Daerah (PEDA) akan segera dilaksanakan. Berbagai persiapan dilakukan oleh panitia pekan daerah dimantapkan yaitu berupa pertemuan koordinasi panitia. Pertemuan persiapan koordinasi yang dipimpin langsung plt. Sektretariat Bakorluh Prov. NTB "Muhammad Riadi, SP.,M.Ec.Dev" mengatakan bahwa kegiatan Pekan Daerah merupakan ajak pertemuan kontak tani nelayan besar tingkat Prov. NTB, bukan hanya mempersiapkan kapasitas sumber daya manusia petani/nelayan saja tapi kesiapan panitia secara baik berupa sarana prasarana pendukung kegiatan perlu direncanakan dan dipersiapan secara maksimal.
Pertemuan rapat koordinasi dihadiri oleh seluruh panitia pekan daerah kontak tani nelayan andalan XV Prov. NTB sesuai dengan Keputusan Gubernur NTB Nomor 523.6-804 tahun 2016 di Aula Bakorluh Prov. NTB (17/10/2016). Dalam penyelenggaraan PEDA ini dimaksudkan untuk mengorganisir persiapan pada kegiatan Pekan Nasional (PENAS) XV Petani Nelayan 2017 di Provinsi Aceh secara baik.  Sehingga perlu dilakukan kesiapan secara matang ungkap sekaligus sebagai koordinator bidang kesektretariatan PEDA tahun 2016.
Selain itu, ketua umum Pekan Daerah "Ir. M. Sabri Amin" menjelaskan bahwa acara PEDA yang akan dilaksanakan selama 3 hari mulai tanggal 2 s/d 4 November 2016 dipusatkan di Asrama Haji Mataram, akan dihadiri sekitar 400 peserta KTNA Kabupaten/Kota se NTB dan para undangan mulai dari Para Bupati/Walikota, Kepala SKPD Lingkup Provinsi, Kabupaten/Kota akan menjadi ajang yang sangat baik dalam meningkatkan motivasi, dan kegairahan petani-nelayan dan masyarakat pelaku agribisnis dalam pembangunan sistem dan usaha agribisnis yang berdaya saing, berkerakyatan, berkelanjutan melalui kemitraan yang saling menguntungkan.
Sesuai dengan tema yang diambil pada tahun ini yaotu “Melalui Pekan Daerah Petani Nelayan Ke XV Kita Mantapkan Kelembagaan Tani Nelayan dan Petani Hutan Sebagai Mitra Kerja Pemerintah Dalam Ranka Kemandirian Ketahanan dan Kedaulatan Pangan Menuju Kesejahteraan Petani Nelayan NTB yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan”.
 Hal tersebut dipertegas kembali oleh Kepala BPTP NTB “Dr. Ir. M. Saleh Mokhtar, MP” bahwa dengan pemantapan  kelembagaan petani akan menjadi tolak ukur segala kegiatan program pemerintah dan pihak lainnya sebagai mitra petani untuk mewujudkan program swasembada pangan nasional secara berkelanjutan. Sehingga akan memberikan efek dengan terbentuknya kemandirian dan kesejahteraan petani khususnya petani di NTB.
Dalam kegiatan PEDA berbagai kegiatan akan digelar seperti rembug kontak tani nelayan andalan tingkat provinsi, temu profesi bersama penyuluh dan petani, temu usaha gribisnis dan pasar lelang produk unggulan daerah, pameran produk unggulan setiap kabupaten/kota, gelar dan temu teknologi, temu karya, peragaan dan unjuk tangkas, asah trampil serta gempita. Dengan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut dan melibatkan banyak pihak, maka perlu dikoordinasikan kembali untuk melibatkan pihak kepolisian sebagai dukungan akan terselenggarnya kegiatan.

Jumat, 07 Oktober 2016

Sekitar 243 Penyuluh Pertanian Mengikuti Test CAT di BKD Prov. NTB



Melalui Kementerian Pertanian mengusulkan formasi 6.087 Tenaga Harian Lepas-Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (THL-TBPP) yang berada di kabupaten/kota seluruh Indonesia untuk diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) termasuk di Nusa Tenggara Barat. Sekitar 243 peserta penyuluh pertanian NTB akan mengikuti ujian test CAT selama sehari dengan dibagi menjadi 3 gelombang (5/10/2016) di Badan Kepegawaian Daerah dan Pendidikan Pelatihan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat sesuai dengan Pengumuman Tambahan III Nomor 1593/KP.110/A2/09/2016 Tentang Jadwal Seleksi Pelaksanaan Seleksi Pengadaan ASN dari Kemnterian Pertanian RI.
Bahwa ujian test merupakan langkah awal yang diharapan oleh Tenaga Harian Lepas Bantu Penyuluh Pertanian akan penentuan nasip kedepannya atas kinerja selama ini, ungkap salah seorang penyuluh.
Pada saat ini jumlah penyuluh yang bertugas di masing-masing desa/kelurahan tersebar di seluruh Indonesia sebanyak 12.007 PNS dengan melayani 71.479 desa/kelurahan dengan potensi pertanian. Dan dalam Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani serta Permentan Nomor 72 tahun 2011 tentang Pedoman Penyusunan Formasi Jabatan Fungsinal Penyuluh Pertanian menyebutkan bahwa paling sedikit satu orang penyuluh dalam satu desa sesuai dengan potensi pertanian setempat. Maka dapat dilihat bahwa masih dibutuhkan sebanyak 59.472 orang penyuluh untuk memenuhi kebutuhannya.
Sebelum merealisasikan rencana pengangkatan CPNS Penyuluh Pertanian, Menteri PAN-RB melakukan nota kesepahaman (MOU) antara Menteri Pertanian dan Bupati/Walikota untuk menjamin pelaksanaan seleksi sesuai mekanisme. Dengan melakukan Tes seleksi pengangkatan THL-TB menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) sesuai dengan amanat Undang-Undang  Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN).
Untuk kepesertaan ujian dilakukan oleh THL-TBPP yang berusia kurang dari dan sama dengan 35 Tahun pada 5 spetember 2016. Sedangkan untuk penyuluh pertanian yang berusia dari 35 tahun keatas akan diproses melalui pola Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)  setelah Peraturan Pemerintah tantang Manajemn PPPK diterbitkan.
Semoga, dengan dilakukan test ujian CAT memberikan semangat kinerja atas kontribusi dalam peningkatan produksi dan pendapatan bagi petani kedepan dalam mendukung swasembada pangan nasional. 
Salam Apapun Programnya Penyuluhan Kuncinya